INTERVIEW KANDIDAT (1)

Gw rekruter newbie, baru sekitar 3,5 taun ‘kecemplung’ di dunia rekrutmen. Karena pengalaman gw mayoritas kerja di kantor konsultan, banyak hal-hal yang ‘terbaca’ sama gw tentang budaya sampai ‘permasalahan’ satu perusahaan. Tipe-tipe perusahaan itu macem-macem. Tetapi berhubung kalau bahas perusahaan nantinya gw terancam dipenjara, mending gw bahas dari sisi jobseekernya aja ya.

Ketemu jobseeker itu seru. Karena pada dasarnya gw adalah orang yang suka ketemu orang asing, ngobrol dan dengerin cerita orang yang gak gw kenal. Karena entah kenapa, hal kayak gitu menyenangkan.

Beberapa kali gw ketemu sama kandidat yang unik-unik, saking uniknya, gw sampai lupa namanya tapi inget obrolan epiknya. Gw akan bahas satu-satu di blog ini tapi mungkin akan dimodifikasi sedikit biar kisah sebenarnya agak tersamarkan.

_____________________________________________

Suatu sore di tahun 2014. Gw terima CV dari seorang papah muda, usia 30an dan foto CVnya tampan pun. *halah*.

Saat CVnya sampe ke tangan gw, gw langsung nervous karena pas gw liat, titelnya udah GM. Ealahhh.. gw yang newbie gini disuruh interview GM, bikin mendadak nervous banget lah. Secara masih muda udah jadi GM alias General Manager bo’, sebuah posisi sangat tinggi kalau dalam struktur sebuah organisasi perusahaan.

Dengan doa segenap hati, gw bawa CVnya ke ruang interview dan ketemu sama si bapak.

Gw: Sore, pak. Saya dengan Irma. Dengan bapak Dudu yah?

Kandidat: Betul, Bu.

Gw: Iya, terima kasih atas kehadirannya ya pak. Oke, pak.. saya sudah review CV bapak nih sedikit. Sekarang pekerjaannya jadi GM salah satu perusahaan tekstil di daerah Jakarta ya Pak. Ini di pabrik atau gimana ya pak?

Kandidat: *cengengesan geli* Oh itu, Bu.. Hehe.. Iya, sebenernya perusahaan tekstil di situ sih bukan pabrik bu. Hehe..

Gw: bisa dijelaskan lebih rinci mungkin, pak?

Kandidat: iya, jadi itu juga bukan perusahaan, Bu.

Gw: lho, terus. Apa pak?

Kandidat: sebenarnya itu toko pakaian bu, di salah satu pasar di Jakarta

*DANG*

*HENING*

*MAU KETAWA TAPI GA BISA*

Gw: Oooo.. jadi bapak yang mengelola tokonya gitu pak? Ada sistem franchise gitu, pak?

Kandidat: Oh, bukan Bu.. Bukan franchise. Jadi gini, itu toko punya mertua saya. Cuma ada satu toko. Tapi karena ga ada yang urus, jadilah saya yang disuruh urusin tokonya.

Gw: Oh, jadi bapak yang urus operasional sehari-hari ya pak?

Kandidat: Hehe.. iya Bu. Karena kan saya yang handle tokonya, saya langsung lapor ke pemilik toko alias bapak mertua saya. Tapi kalau di organisasi kan itu istilahnya general manager, Bu.. Manajer umum. Hehehe

Gw: *mendadak lelah jantung*

Abis dari situ, interview berjalan dengan normal sampai selesai. Saat masuk ruangan kerja, gw merasa lega sekaligus pengen ketawa.

____________________________________________

Pelajaran yang dapat dipetik:

“YHA… SIAPA SURUH MENGARTIKAN POSISI GM ITU SELALU IDENTIK DENGAN MANAGER TINGKAT TINGGI DI PERUSAHAAN BESAAARR???”